Peran Ibu dalam Mengatasi Balita Sulit Makan untuk Cegah Stunting

Peran Ibu dalam Mengatasi Balita Sulit Makan untuk Cegah Stunting

07 May 2025 | Ditulis oleh: Dyah Arum H


Mengapa Balita Sulit Makan Berisiko Stunting?

Stunting (tubuh pendek) pada balita sering dipicu oleh kurangnya asupan gizi berkualitas dan kebiasaan makan yang tidak tepat. Menurut penelitian di Denpasar Barat (Pratiwi et al., 2021), balita dengan status gizi baik sekalipun bisa mengalami kesulitan makan yang berpotensi menyebabkan kekurangan gizi jika tidak ditangani.

Fakta Penting:

  • 19,6% balita Indonesia mengalami malnutrisi (Riskesdas 2013). 70% balita sulit makan hanya mau makanan favorit (ayam goreng, telur) dan menolak sayur. Ibu berperan krusial dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.

3 Peran Ibu untuk Atasi Balita Sulit Makan

Berdasarkan studi pada 10 ibu di Bali, berikut strategi efektif yang bisa diterapkan:

1. Pemilihan Bahan Makanan Bergizi

Apa yang dilakukan ibu:

  • 100% ibu sudah menyediakan makanan mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin (contoh: nasi, ayam, ikan).

Masalah:

  • Menu kurang variasi (sayur jarang dikonsumsi).
  • Dominasi makanan digoreng.

💡 Solusi:

  • Kombinasikan 4 kelompok gizi (nasi + ikan + wortel + tempe).
  • Ganti metode memasak: kukus atau rebus untuk kurangi lemak.

2. Penyajian Makanan yang Menarik

Apa yang dilakukan ibu:

  • Menggunakan piring biasa dan menyuapi anak.

Masalah:

  • 60% ibu tidak memodifikasi bentuk/warna makanan.
  • Alat makan tidak dirancang untuk balita.

💡 Solusi:

  • Gunakan piring berwarna cerah atau bergambar karakter favorit anak.
  • Bentuk makanan lucu (nasi kepal bentuk binatang, wortel bentuk bintang).
  • Sajikan dengan tekstur beragam (lembut, renyah).

3. Menciptakan Suasana Makan Menyenangkan

Apa yang dilakukan ibu:

  • 60% ibu menemani anak makan sambil bermain.

Masalah:

  • Anak cenderung makan sambil menonton TV/berjalan-jalan.

💡 Solusi:

  • Jadikan waktu makan sebagai momen bonding (makan bersama keluarga).
  • Hindari memaksa anak menghabiskan makanan.
  • Beri pujian saat anak mencoba makanan baru.

Dampak Jika Diabaikan

  • Gizi tidak seimbang → Risiko stunting dan daya tahan tubuh lemah.
  • Kebiasaan makan buruk berlanjut hingga dewasa.

Tips Praktis untuk Ibu

🔹 Variasi Menu: Rotasi 3-5 menu bergizi per minggu.
🔹 Camilan Sehat: Ganti biskuit dengan buah potong atau puding susu.
🔹 Edukasi Visual: Gunakan buku cerita/gambar tentang makanan sehat.

"Keterlibatan ibu dalam pemilihan, penyajian, dan suasana makan menentukan keberhasilan gizi balita."