Bahaya Tersembunyi MPASI Dini Sebelum 6 Bulan

Bahaya Tersembunyi MPASI Dini Sebelum 6 Bulan

07 May 2025 | Ditulis oleh: Dyah Arum H


Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik yang  dibutuhkan bayi dari awal lahir sampai berusia enam bulan. Hal tersebut karena ASI mengandung berbagai macam zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI juga mudah untuk dicerna dan membantu penyerapan zat gizi . Selain sebagai pemenuhan gizi, ASI juga memenuhi kebutuhan bayi dalam hal psikologi, sosial maupun spiritual.​1​
Salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia adalah cakupan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif yang belum berhasil. United Nation Children Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) menganjurkan usaha penurunan angka kesakitan dan kematian anak dengan cara pemberian ASI yang sebaiknya diberikan minimal 6 bulan lamanya dan setelah usia lebih dari 6 bulan dapat diberikan Makanan Pendamping Asi (MP ASI).
Pemahaman Tentang MPASI yang Benar

MPASI merupakan asupan tambahan yang diberikan sebagai pendamping ASI ketika bayi memasuki usia 6 hingga 24 bulan. Berdasarkan panduan resmi dari WHO bersama dengan Kementerian Kesehatan Indonesia dan IDAI, bayi sebaiknya hanya mendapatkan ASI eksklusif tanpa tambahan apapun selama enam bulan pertama kehidupannya. Baru setelah melewati masa ini, orang tua dapat mulai memperkenalkan makanan pendamping secara bertahap.

Dampak Negatif Pemberian Terlalu Dini

Ada anggapan keliru di masyarakat yang menganggap bayi gemuk berarti sehat, sehingga seringkali mendorong pemberian makanan tambahan sebelum waktunya dengan kandungan gizi yang tidak seimbang. Kebiasaan ini justru berpotensi menimbulkan masalah karena sistem pencernaan bayi yang belum matang. Bayi di bawah enam bulan belum memiliki enzim pencernaan yang cukup untuk mengolah makanan selain ASI, sehingga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan seperti diare, reaksi alergi, hingga infeksi saluran pernafasan. Tidak hanya itu, pemberian MPASI dini juga dapat mengakibatkan masalah gizi berlebih yang berpotensi menyebabkan obesitas pada bayi.

Langkah Pencegahan yang Efektif

Mencegah praktik pemberian MPASI terlalu dini memerlukan kerjasama dari berbagai pihak. Tenaga kesehatan khususnya bidan memegang peran penting dalam memberikan penyuluhan rutin dan informasi yang akurat kepada orang tua melalui kegiatan Posyandu. Keluarga terutama ibu perlu memahami waktu yang tepat untuk mulai memberikan makanan pendamping dan memastikan kecukupan gizi bayi. Di tingkat yang lebih luas, pemerintah perlu meningkatkan kualitas Posyandu tidak hanya sebagai tempat penimbangan dan vaksinasi, tetapi juga sebagai pusat edukasi tentang gizi bayi dan pemantauan tumbuh kembang. Dengan pendekatan komprehensif ini, diharapkan dapat tercipta generasi penerus dengan pertumbuhan optimal dan status gizi yang baik.

Hal Penting yang Perlu Diingat
Sistem pencernaan bayi membutuhkan waktu hingga enam bulan untuk berkembang sempurna sebelum siap menerima makanan selain ASI. Pemberian ASI eksklusif selama periode ini memberikan perlindungan terbaik bagi bayi, sementara pemberian MPASI terlalu dini justru dapat mengganggu keseimbangan gizi dan kesehatan bayi dalam jangka panjang.