Nutrisi Pintar: Strategi Jitu Cegah Stunting pada Balita
08 May 2025 | Ditulis oleh: Dyah Arum H
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia akibat kekurangan gizi kronis. Kondisi ini menjadi tantangan serius kesehatan di Indonesia dengan prevalensi yang masih tinggi. Pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan dan dilanjutkan hingga anak berusia minimal 2 tahun, yang merupakan periode kritis dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).¹
Pentingnya Gizi Seimbang pada 1000 HPK
Periode 1000 HPK, terhitung sejak konsepsi hingga anak berusia 2 tahun, merupakan jendela kesempatan emas yang menentukan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan. Pada masa ini, kebutuhan gizi yang terpenuhi dengan baik akan mendukung pertumbuhan optimal, khususnya perkembangan otak yang mencapai 80% pada dua tahun pertama kehidupan. Kekurangan gizi pada periode ini bersifat irreversible, artinya sulit diperbaiki di masa selanjutnya.²
Gizi Ibu Hamil sebagai Fondasi
Nutrisi ibu hamil menjadi kunci penting pencegahan stunting sejak dini. Ibu hamil memerlukan tambahan energi sekitar 300 kalori per hari, protein 20 gram per hari, serta berbagai vitamin dan mineral seperti asam folat, zat besi, kalsium, dan zinc. Suplementasi tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan diperlukan untuk mencegah anemia yang dapat menyebabkan berat badan lahir rendah, faktor risiko stunting.³
ASI Eksklusif sebagai Proteksi Awal
Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan merupakan strategi efektif dalam pencegahan stunting. ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi, termasuk antibodi yang melindungi dari infeksi. Praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam satu jam pertama kelahiran dan pemberian kolostrum sangat dianjurkan karena mengandung nutrisi padat dan zat kekebalan yang berguna bagi bayi baru lahir.⁴
MPASI Berkualitas untuk Pertumbuhan Optimal
Setelah usia 6 bulan, bayi membutuhkan MPASI yang berkualitas sambil tetap melanjutkan pemberian ASI hingga minimal usia 2 tahun. MPASI harus memenuhi prinsip beragam, bergizi seimbang, dan aman. Pemberian makanan perlu memperhatikan tekstur sesuai usia, frekuensi pemberian yang tepat, dan jumlah yang memadai. Makanan hewani seperti telur, ikan, daging, dan hati ayam penting sebagai sumber protein berkualitas tinggi untuk mencegah stunting.
Pemantauan Pertumbuhan Secara Berkala
Deteksi dini stunting dapat dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan secara rutin di Posyandu atau fasilitas kesehatan. Pertambahan berat badan dan tinggi badan yang tidak sesuai standar WHO menjadi tanda peringatan yang perlu mendapat perhatian segera. Pengukuran tinggi badan dibandingkan dengan usia (TB/U) merupakan indikator utama dalam mendeteksi stunting pada anak.
Lingkungan yang Mendukung Tumbuh Kembang
Faktor lingkungan seperti sanitasi dan higiene yang baik turut berperan dalam pencegahan stunting. Praktik cuci tangan dengan sabun, penggunaan air bersih, dan pengelolaan limbah yang tepat dapat mencegah infeksi berulang seperti diare yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi. Stimulasi psikososial yang adekuat juga penting untuk mendukung perkembangan anak secara holistik.
Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting
Keluarga memegang peran sentral dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak. Pengaturan pola makan keluarga yang sehat, alokasi anggaran untuk makanan bergizi, serta pengetahuan tentang pengolahan makanan yang tepat sangat diperlukan. Dukungan anggota keluarga khususnya suami terhadap ibu yang sedang menyusui juga berkontribusi signifikan dalam keberhasilan pemberian ASI.
Hal Penting yang Perlu Diingat
Stunting dapat dicegah melalui pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif, dilanjutkan dengan MPASI berkualitas, serta pemantauan pertumbuhan yang rutin. Intervensi terpadu yang melibatkan aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, dan sanitasi merupakan strategi komprehensif yang efektif dalam menurunkan prevalensi stunting. Dengan kepedulian dan tindakan bersama, kita dapat memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat dan mencapai potensi maksimalnyaa.